Kesan pertama begitu menyiksa, begitulah kira-kira pertama kali berhadapan dengan internet. Waktu itu saya masih dibangku SMA. bagaimana tidak, komputer yang saya hadapi untuk mempelajari tentang browsing demikian buruk keadaannya. Monitornya kotor dan "mini".Keyboardnya tidak lagi menyimpan huruf-hurufnya dengan sempurna, mejanya penuh dengan tulisan dan ada banyak sekali coretan-coretan putih bekas olesan tipexs. Seluruh bagian komputer ini karena sebuah kekejaman entah oleh siapa, benar-benar dijadikan ruang pamer luapan emosi yang maha mengganngu. Tak perlu orang lain, saya sendiri tertegun ngeri melihat keadaan ini. Dari semua sudut komputer yang saya hadapi keadaannya begitu buruk., mengenaskan bagi yang melihat, menjengkelkan bagi yang sabar dan merepotkan bagi seorang pemula seperti saya. Tetapi komputer yang bernasib sial inilah yang saya hadapi, sebuah kenekatan yang terpaksa saya jalankan demi mendaptkan nila A untuk les komputer.
Mudah untuk tersenyum di depan monitor yang baru lagi bersih, gampang untuk jatuh cinta pada CPU yang tenang dan koneksi internet yang cepat, tapi pasti berat sekali untuk bisa menyukai komputer yang tak berkasta ini.
Tidak lama, komputer ini sukses membawa saya kehalaman browser internet explore, dengan arahan guru les, sebuah alamat web disebutkan, perlu beberapa saat lamanya saya mengerahkan ilmu 11 jari untuk menemukan huruf-huruf di sebuah keybord tua.
Akhirnya sebuah tulisan yahoo tercipta dan "enter" kata guruku. Tiba-tiba dalam hitungan detik internet ini menampilkan sebuah halaman dengan huruf - huruf besar berwarna merah dengan sebuah kotak kecil memanjang dibawahnya. "ketikkan sebuah kata apa saja di kotak itu ya, lalu tekan enter" Perintah guru lesku membuyarkan kekagumanku pada sosok huruf berwarna merah ini.
Secara iseng saya menuliskan kata "westlife"
sebuah group Band yang menjadi idola pada masa itu. Alangkah takjubnya saya kala itu ketika bukan hanya informasi yang disuguhkan, namun ada musiknya, foto bahkan video dari albumnya westlife.Tiba-tiba tangan saya menjadi lincah seketika, menelusuri setiap jengkal halaman internet tersebut. Suara guru les yang agak bawel tak terhiraukan lagi, serasa dipikat oleh daya tarik teknologi, sebuah dunia yang baru saja saya kenal.
" tau gini kan dari dulu gak susah-susah kalo bikin PR"kataku dalam hati.
dan memang semenjak itu saya tidak kesulitan lagi kalau membuat PR, sungguh moment tersebut membawa perubahan besar terhadap cara belajar saya. Terpikirkan seandainya banyak orang tau kegunaan internet ini, pasti banyak masalah dapat terselesaikan dan kehidupan akan jauh lebih mudah. Pikiran yang dangkal namun lugu terpancar dari seseorang yang baru mengenal internet, itulah saya hehehe.
Dari menit ke menit keyboard yang hurufnya sudah ompong tersebut tidak lagi terasa menyulitkan, coretan dan gambar yang menempel pada meja komputer serasa kasat mata, tangan kanan saya bergerak dengan lincah tanpa lelah memainkan mouse, di balik penampakan yang buruk, ternyata komputer tua tadi menyimpan banyak manfaat, banyak kebajikan, sebuah teknologi informasi yang sampai saat pengalaman ini ditulis, masih membuat saya terkagum-kagum tiada henti. Semua kenistaan komputer ini sirna seketika karena girang.
"Ternyata dibalik sebuah keburukan, kemalangan, tetap saja tersimpan hal-hal yang membawa kebaikan dan keuntungan".
tag : ulang tahun ke-11 detikcom



